Herryanto

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

PM Pakistan kutuk serangan NATO

Islamabad (ANTARA News) - Perdana Menteri Pakistan Yusuf Raza Gilani mengutuk keras serangan NATO/ISAF terhadap pos Pakistan, yang dilaporkan menewaskan 28 personel keamanan negara itu."Dalam...

Milton: Meninggalnya Adi Suryanto serasa mimpi

Sintang - Meninggalnya Reporter RRI Sintang Adi Suryanto pada laka lantas di kawasan tanah Putih perbatasan Manis Raya Sekadau sempat mengagetkan Bupati Sintang Milton Crosby. “Kejadian ini...

tes

tes

MK Diminta Tolak Uji Materi UU Kehutanan

JAKARTA - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang lanjutan pengujian materil Pasal 1 angka 3 Undang-undang Kehutanan yang dimohonkan lima orang Bupati dan satu orang pengusaha, hari ini, Rabu (21/9/2011)...

Polres Tarakan Sita Sabu 8,79 Gram

KBRN, Tarakan: Jajaran Reskoba Polres Tarakan Kalimantan Timur, berhasil menyita narkoba jenis sabu-sabu seberat 8,79 gram dari pengedar narkoba dalam operasi narkoba. Sabu-sabu tersebut disita...

  • PM Pakistan kutuk serangan NATO

    Minggu, 27 November 2011 14:09
  • Milton: Meninggalnya Adi Suryanto serasa mimpi

    Selasa, 15 November 2011 12:35
  • tes

    Kamis, 01 Desember 2011 12:59
  • MK Diminta Tolak Uji Materi UU Kehutanan

    Rabu, 22 Februari 2012 11:11
  • Polres Tarakan Sita Sabu 8,79 Gram

    Minggu, 27 November 2011 13:26


Partai lolos PT bisa mencalonkan sendiri capresnya

Penilaian Pengunjung: / 0
KurangTerbaik 
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli ZonWakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli ZonJakarta (ANTARA News) - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) akan memperjuangkan agar dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Presiden partai yang lolos ambang batas atau parliamentary threshold (PT) bisa mencalonkan sendiri capres dan cawapresnya.

"Yang paling penting dan krusial itu adalah pembahasan RUU Pilpres. Partai Gerindra akan memperjuangkan agar partai yang lolos PT boleh mencalonkan capres dan cawapres sendiri, tidak harus 20 persen seperti Pilpres 2009 lalu," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, persyaratan 20 persen untuk mengusung capres dan cawapres karena adanya konspirasi politik dari partai-partai besar untuk menjegal capres lain.

"Ini membahayakan proses rekrutmen kepemimpinan nasional. Karena mereka menginginkan adanya oligarki kekuasaan dan hal itu harus dihapus," ujar Fadli.

Ketika ditanya, apakah Partai Gerindra juga mendekati ipar Presiden SBY, Pramono Edhie sebagai cawapresnya Prabowo Subianto seperti yang dilakukan oleh Partai Golkar. Fadli menyatakan, keinginan tersebut masih terlalu jauh dan belum dibahas sama sekali di internal partai

"Belum nyampe kesitu. Tapi siapapun mempunyai peluang. Asal bisa menambah dukungan, itu yang menjadi kriteria Partai Gerindra. Tak hanya itu saja, juga harus sejalan dengan visi misi Partai Gerindra. Belum terseleksi sih. Masih terlalu dini untuk bicara siapa pendamping Prabowo," kata Fadli Zon.(zul)

Editor: Ruslan Burhani


 

Add comment


Security code
Refresh

Disain Situs oleh : Opini Herry
kompas
twit